Boleh saja Suzuki FU mendominasi jumlah peserta Bebek Tune-Up 200 cc (Kelas 2). Dari total motor pernah ikut kelas ini, ada sekitar 25 FU dan hanya 3 unit Jupiter Z. Dengan unggulnya teknologi dasar FU lewat DOHC-nya, semestinya FU yang berpeluang memimpin poin.
Tapi
masuk ke seri final Pertamina Enduro Drag Bike di Senayan, Jakarta
Selatan, 16 – 17 November 2013 ini, justru Jupiter Z yang memimpin 9
poin. Pokoknya di bawahnya puluhan FU. Si pemimpin poin ini adalah
Jupiter Z Pele yang dijoki Hendra Kecil. Seperti dalam tulisan
modifikasi Jupie Pele, untuk mensetarakan dengan DOHC dari FU, Pele
seperti merancang ulang mesin Jupie. Kira-kira namanya saja Jupiter,
tapi mesinnya sudah hasil karya sendiri, hehe.
Arief Sigit Wibowo alias Pele dari
Pell’s Racing yang pasti pengorek Jupiter Z, sejak awal yakin bisa
melawan. Ia mengakali Jupiter Z yang punya mesin ‘tidur’ dan masih SOHC
dengan versi otaknya untuk melawan mesin DOHC dengan mesin tegaknya. “Peluagnya
ada pada mesin yang bisa dikembangkan sampai 200 cc. Saya bermain
konstruksi klep dan kem pada head-nya. Itu namanya riset,” kata Pele.
Yang membuat motor ini
ikut melejit - paling tidak memimpin klasemen sampai ke Senayan -
berkat kerjasama yang apik dengan jokii. Pele mengerti maunya Hendra
yang kecil itu, si Kecil juga tahu racikan Pele. “Komunikasi yang
penting, kurang lebih motor bisa diketahui,” jelas Hendra yang diuntit Tony Chupank yang menunggang Satria FU dari tim Lembu Speed Chonk’s.
Hendra mengumpul 99 poin dan Chupank 79 poin. Posisi ke-3 sudah tak mungkin melampui keduanya yang diduduki Dwi Batank from Abakura
Ditrajaya yang ngetop dengan FU-Solo. Dengan komposisi itu, pertarungan
di FFA-nya bebek ini, pasti akan panas. “Seri penutup motor harus
dipastikan sehat dan aman. Di Senayan lalu, saya yang juara pertama,”
tegas Chupank seperti memberi ultimatum pada Hendra Kecil.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar