Rabu, 01 April 2015

DRAGBIKE 2015: KOMPRESI RENDAH VS SENSOR SATU TITIK,BERANI COBA?

 Yang terkini di drag bike riset kompresi rendah khusus Bebek 4T TU 130 cc. Mesin hanya mau minum pertamax plus yang kompresinya mentok 13:1. Selama ini kebanyakan pakai bensol yang kompresinya maen di atas 13-san, bahkan ada yang di atas  15:1. Wuuihh... katanya sih biar torsi bawahnya makin sadis guna menaklukkan sensor satu titik macam di drag Jatim.
"Torsi memang penting buat sensor satu titik, tapi bukan berarti yang pakai kompresi rendah nggak bisa kalahin tuh sensor. Bukktinya bikinan saya, bersaing kok,” bilang Ari Setiawan yang pasang kompresi 13:1 di Jupi 130 V-Reinz. Dia mampu 8,3 detik saat turun di kejurnas Dragbike Banyuwangi beberapa waktu lalu, sedang Jupi spek bensolnya yang kampiun sikat 8,2 detik. Artinya keduanya tipis-tipis. Bukan tidak mungkin ke depan bisa ngalahin yang pakai bensol dengan kompresi tingginya.

Pakai pertamax punya kelebihan putaran mesin bisa dikail lebih tinggi ketimbang bensol. Tetap punya kelemahan di torsi bawah yang berkurang. Bukan mekanik namanya ndak punya segudang 'ajian' buat menutupinya. Misal soal hitungan rasio sampai final gir yang katanyasikit dibikin ringan. Itu salah satu ajiannya.
Ajian laen mapping CDI Rextor ProDrag2 yang dimundurin rata-rata 1 derajat. Itu juga sebagai kompensasi dari bahan bakar pertamax yang memang lebih gampang disulut api busi ketimbang bensol. "Apalagi ada fitur launch control yang juga pegang peran mengatur rpm dan torsi di garis start. Joki jadi lebih gampang bawanya,” tambah mekanik juga gape bikin mesin roadrace itu.
Bukti laen ada pada Jupi 130 bikinan Danang C-Duck dari Jogja yang mampu 8,3 detik dan kampiun di drag Solo minggu lalu. Tuh Jupi juga 'mimik' pertamax. Memang di drag Solo lalu nggak pakai sensor satu titik macam di drag Jatim, namun dijadikan bukti mengasapi Jupi lainnya yang disiram bensol.
Mirip dengan Ari, Danang juga yakain kalo spek pertamax nggak kalah dengan bensol. "Selain itu pakai kompresi rendah mesin lebih awet dibandingin pakai bensol yang dikit-dikit minta di repair,” tambah Brengos sapaan akrabnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar